Melihat THE BEST, bukan THE BAD
Kebanyakan orang secara Otomatis cenderung lebih mudah melihat Kesalahan dan Keburukan orang lain dibandingkan Kebaikan yang dibuatnya. Seperti kalimat lama mengatakan: “1 kesalahan menguras 1000 kebaikan dalam sekejab“. Coba lihat sekeliling anda…Bukankah itu yang terjadi? Orang cenderung melihat dan membicarakan segelintir KESALAHAN dibandingkan JUTAAN kebaikan.
Orang yang disukai orang lain, mengerti bahwa
Kebanyakan orang secara Otomatis cenderung lebih mudah melihat Kesalahan dan Keburukan orang lain dibandingkan Kebaikan yang dibuatnya. Seperti kalimat lama mengatakan: “1 kesalahan menguras 1000 kebaikan dalam sekejab“. Coba lihat sekeliling anda…Bukankah itu yang terjadi? Orang cenderung melihat dan membicarakan segelintir KESALAHAN dibandingkan JUTAAN kebaikan.
Orang yang disukai orang lain, mengerti bahwa
membicarakan Satu Kebaikan lebih baik daripada membicarakan Ribuan Kesalahan.
Dapat melihat YANG TERBAIK dibalik RIBUAN KEBURUKAN
dalam diri orang lain. Dan Orang yang mengerti akan hal ini akan Disukai
karena ia dapat Mengerti dan Memotovasi orang lain untuk maju!
Contoh yang paling dekat akan hal ini adalah 2 tipe orang tua dalam
mendidik anaknya…
Ada orang tua yang Terus Menyalahkan dan
Melihat Keburukan anaknya dan Memaksa anaknya untuk menjadi LEBIH
BAIK! Namun INGAT, cara dia membuat anaknya lebih baik adalah
dengan MEMBICARAKAN KEBURUKAN NYA terus-menerus! Lalu akankah anaknya
menjadi lebih baik? YA SUDAH TENTU, namun karena TAKUT dan TERPAKSA!
…dan sudah dapat dipastikan bahwa hubungan nya dengan orang tuanya
KURANG HARMONIS.
Lalu bagaimana orang tua yang BERHASIL mendidik anaknya Dan punya hubungan yang harmonis? Orang tua yang MENGERTI akan “Melihat THE BEST, bukan THE BAD” justru melakukan Sebaliknya, yaitu ia mencari semua kebaikan dan Talenta yang dimiliki anaknya Dibandingkan kekurangan nya…Ia lalu Memotivasi sang anak dengan Menunjukkan Sisi Terbaik dalam diri anak tersebut yang membuat anak tersebut menjadi lebih baik Dengan Sendirinya Tanpa Paksaan Apapun dari Siapapun. Sang anak dapat Maju karena termotivasi dengan sendirinya dan Bukan karena Paksaan dan beban batin!… Dan Tentu hubungan antara sang anak dan orang tuanya dapat dipastikan HARMONIS.
Lalu bagaimana orang tua yang BERHASIL mendidik anaknya Dan punya hubungan yang harmonis? Orang tua yang MENGERTI akan “Melihat THE BEST, bukan THE BAD” justru melakukan Sebaliknya, yaitu ia mencari semua kebaikan dan Talenta yang dimiliki anaknya Dibandingkan kekurangan nya…Ia lalu Memotivasi sang anak dengan Menunjukkan Sisi Terbaik dalam diri anak tersebut yang membuat anak tersebut menjadi lebih baik Dengan Sendirinya Tanpa Paksaan Apapun dari Siapapun. Sang anak dapat Maju karena termotivasi dengan sendirinya dan Bukan karena Paksaan dan beban batin!… Dan Tentu hubungan antara sang anak dan orang tuanya dapat dipastikan HARMONIS.
Coba tanyakan kepada diri anda apakah anda Melihat dan Membicarakan
Keburukan orang lain, atau anda menunjukkan Talenta, Kelebihan dan The
Best Side dari orang lain pada saat anda ber-interaksi? Jika anda masih
melihat “THE BAD” dalam diri orang lain, Segeralah melihat “THE BEST”
dalam diri orang lain dan anda akan Rasakan perubahan Respon yang sangat
Signifikan!
0 comments:
comment